Raven Is Odd – Pameran Seni Kreatif yang Mengangkat Isu Kesehatan Mental

Lebih dari pameran seni yang instagramable, Raven Is Odd adalah pagelaran seni kontemporer yang interaktif dengan mengangkat isu kesehatan mental. Berdasarkan penuturan Rachel Vennya saat konferensi pers pada tanggal 1 Agustus 2019, pameran seni ini mengusung tema kesehatan mental karena di Indonesia banyak yang masih menganggap hal tersebut tidak penting. Isu kesehatan mental ini justru dikemas menjadi sebuah karya luar biasa yang dapat dinikmati oleh seluruh generasi. Rachel Vennya bersama Yendryma sebagai art and visual director, mengerjakan instalasi seni ini sejak bulan April lalu. 

Salah satu spot instagramable di Raven Is Odd. Sumber Qupas

Nah, Raven Is Odd digelar sejak tanggal 2 Agustus 2019 hingga 29 September 2019 di lantai 2, Mall Kuningan City, Jakarta Selatan. Ada 12 spot yang bisa kamu kunjungi disini dan akan ada penambahan 1 spot pada tanggal 17 Agustus nanti. Mata akan sangat dimanjakan dengan instalasi-instalasi yang penuh dengan warna serta penataan instalasi yang kece dan juga eye-catching. Selain itu, tentunya instalasi-instalasi tersebut bisa dikategorikan sebagai tempat yang instagramable banget!

Ada Apa Saja Nih di Raven Is Odd?

Raven is Odd diadakan di Mall Kuningan City dan sudah mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 2 Agustus 2019. Pameran ini akan terus berlangsung dan dapat dikunjungi setiap harinya hingga tanggal 29 September 2019. Tidak hanya menikmati pameran seni, para pengunjung juga akan mendapatkan pendampingan untuk penjelasan mengenai makna dari tiap instalasi seni yang ditampilkan. Dengan kata lain, tujuan mengedukasi masyarakat tentang isu kesehatan mental ini benar-benar diutamakan.

Terdapat 12 instalasi seni yang masing-masing memiliki makna tersirat di dalamnya, tidak tersurat. Setiap pengunjung bebas menginterpretasikan makna yang terdapat dalam instalasi seni sesuai dengan analisis masing-masing individu. 

Rage Room di Raven Is Odd. Sumber WANITA.me

Seperti yang terdapat pada Rage Room, yang merupakan representasi terhadap gangguan kepribadian dengan ledakan amarah berlebih atau dalam istilah psikologi dikenal dengan IED (Intermittent Explosive Disorder). Dalam instalasi Rage Room, kamu akan menemukan kombinasi-kombinasi warna pastel dan tatanan barang-barang yang berantakan maupun hancur, instalasi ini sangat merepresentasikan keadaan orang yang mengidap gangguan IED.

Neon Flow. Image by Nanda Yusnita, Sumber https://www.kompasiana.com/nandayusnita

Nah, beralih ke instalasi berikutnya bernama Neon Flow yang merepresentasikan rasa candu seseorang pada zat adiktif. Lorong dalam instalasi ini sengaja dibuat tidak lurus dan diberi sentuhan lampu neon, ditambah dengan bola-bola alumunium yang tidak beraturan, benar-benar menggambarkan kondisi yang dilihat dari sudut pandang seseorang yang candu pada zat adiktif. Ketika memasuki instalasi ini, kita pun dapat merasakan keindahannya, seperti sedang merasakan reaksi hormon dopamin yang meningkat. 

Do's & Don'ts

Untuk menjaga ketertiban saat berkunjung ke sini, pihak pengelola menerapkan beberapa peraturan seperti para pengunjung tidak boleh membawa makanan dan minuman. Jadi, sebelum kamu masuk kesini, pastikan kamu sudah menghabiskan minuman segar yang tadi kamu beli di luar. 

Di sini, para pengunjung juga tidak boleh membawa tripod atau monopod serta kamera profesional. Kamu diizinkan untuk membawa kamera ponsel dan kamera mirrorless saja. Nah, kamu penasaran dengan makna yang tersirat pada setiap instalasi dan isu kesehatan mental apa yang diangkat? Tenang, ada petugas yang siap sedia menjelaskan filosofi setiap instalasi buat kamu. Setiap spot memang memiliki filosofi sendiri, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa kamu juga bisa mengekspresikan makna setiap spot sesuai dengan persepsi kamu. 

Spot 'Magical Asylum'. Image by Nanda Yusnita, Sumber https://www.kompasiana.com/nandayusnita

Harga Tiket Masuk

Harga tiket untuk masuk ke instalasi seni ini adalah Rp. 100.000 per orang untuk weekday dan Rp. 130.000 per orang untuk weekend.

Cara Akses ke Raven Is Odd

Jika kamu ingin mengakses Mall Kuningan City menggunakan bus Transjakarta, kamu bisa turun di halte Satrio. Jarak yang ditempuh ke Mall Kuningan City adalah sekitar 115 meter dan menghabiskan waktu sekitar 3 menit berjalan kaki. Nah, kalau kamu menggunakan kereta api Commuter Line, kamu dapat turun di stasiun Tebet dan melanjutkan perjalanan dengan ojek online sekitar 5 menit. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *