Diet Mayo dan Diet Calorie Deficit, Mana yang Lebih Efektif?

Sumber foto : Unsplash.com

Kerap bertanya-tanya, apa bedanya diet mayo dan calorie deficit? Memang, banyak jenis diet lainnya seperti salah satunya diet gluten free. Namun, kedua diet ini nampak banyak bertebaran di social media. Apalagi saat di rumah saja selama masa karantina corona seperti sekarang, rasanya mulut tidak bisa berhenti ngunyah. Wah, jangan sampai nih timbangan naik! Kamu penasaran dengan diet mayo dan calorie deficit? Kenali lebih jauh yuk!

Diet Mayo

Sumber foto: Freepik

Diet mayo digagas oleh Mayo Clinic di Amerika Serikat dengan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung garam selama 14 hari. Garam dianggap sebagai penahan air dalam tubuh sehingga jika kandungan air dalam tubuh terlalu banyak dan tidak bisa keluar dari tubuh, maka akan membuat tubuh seseorang semakin bertambah.  Dalam program diet mayo selama 14 hari tersebut, seluruh garam serta air akan keluar melalui urin dan feses, sehingga berat badan akan menyusut. Program diet ini menggunakan sayur dan buah-buahan sebagai menu makanan utama.

1. Konsumsi Protein

Sumber foto : Unsplash.com

Dengan asupan protein, akan membuat kamu merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari rasa lapar. Namun, dalam diet mayo kamu harus memilih protein dan pengolahannya dengan tepat. Untuk protein hewani, kamu bisa mengkonsumsi dada ayam, telur, daging, dan ikan. Namun yang perlu diingat adalah cara pengolahannya, ya! Hindari penggunaan garam saat mengukus dan merebus makanan. Untuk protein nabati, konsumsi gandum, kacang almond, selai kacang, tahu, tempe, oat, dan brokoli. Pilihlah protein nabati karena mengandung serat yang tinggi dan baik untuk pencernaan.

2. Jauhi Garam

Sumber foto : Unsplash.com

Kamu harus benar-benar menjauhi garam karena  garam dianggap sebagai penahan air dalam tubuh sehingga jika kandungan air dalam tubuh terlalu banyak dan tidak bisa keluar dari tubuh, maka akan membuat tubuh seseorang semakin bertambah. Kamu bisa menggunakan minyak zaitun atau unsalted butter untuk mengolah makanan. Selain itu, kamu bisa menggunakan bawang putih dan bawang merah sebagai bumbu pada masakan pengganti garam. Jika kamu kerepotan dalam mengolah makanan untuk diet mayo, sekarang mulai menjamur catering yang menawarkan menu diet mayo yang lezat dan sehat. Jadi, banyak cara untuk menghilangkan garam dalam konsumsi setiap hari. Kamu dapat menemukan catering diet mayo dengan mudah, salah satunya di Instagram. 

3. Jangan Konsumsi Makanan Berlemak

Sumber foto : Unsplash.com

Dalam diet mayo, terdapat fase bernama ‘Lose It’ yang bertujuan untuk menurunkan berat badan kamu. Pada fase ini, kamu harus mengganti kebiasaan makan tidak sehat seperti makan makanan berlemak, junk food, dan camilan manis diganti dengan mengonsumsi menu makanan sehat. Konsumsi empat porsi sayur dan tiga porsi buah per hari, memilih biji-bijian utuh dan lemak yang baik untuk tubuh. Sesuai dengan piramida makanan dari diet mayo, buah dan sayur menempati posisi paling bawah, sehingga buah dan sayur menjadi menu utama dalam program diet ini. Kemudian posisi buah dan sayur disusul oleh karbohidrat, daging, dan produk susu. Pada fase lose it, berat badan akan susut sampai 4 kilogram. 

Diet Calorie Deficit

Sumber foto : Unsplash.com

Kalori merupakan hal yang paling penting dalam program diet. Kalori digunakan untuk menghitung banyaknya energi dalam makanan dan minuman. Untuk menurunkan berat badan, kalori yang dibakar harus lebih besar dari kalori yang kamu konsumsi. Ketika kamu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang kamu bakar, maka kamu mencapai defisit kalori. Kamu bisa mencapai defisit kalori dengan mengonsumsi kalori lebih sedikit atau dengan aktivitas lebih. 

1. Perhatikan Jumlah Kalori yang Dikonsumsi Setiap Hari

Sumber foto : Unsplash.com

Untuk mencapai defisit kalori perhatikan jumlah kalori dalam makanan dan minuman yang kamu konsumsi setiap hari. Kamu harus membatasi konsumsi gula, garam, makanan berlemak, minuman manis, soda, junk food, dan makanan manis. Makanan dan minuman berkalori tinggi tersebut memang enak, namun dapat mendorong kamu untuk terus mengkonsumsinya. Selain itu, kandungan gula pada soda dan softdrink sangat tinggi sehingga dapat menyebabkan obesitas. Kamu bisa secara perlahan mengurangi konsumsi makanan tersebut, contohnya dengan mengganti sereal yang manis dengan mengonsumsi buah-buahan atau mengganti camilan kentang goreng dengan kacang almond.

2. Konsumsi Protein

Sumber foto : Unsplash.com

Protein merupakan komponen penting dari setiap sel dalam tubuh. Dengan mengonsumsi makanan dengan protein tinggi, kamu akan merasa kenyang lebih lama sehingga dapat menekan rasa lapar. Protein dapat meningkatkan metabolisme termasuk pembakaran lemak. Sebaiknya, pilih daging putih seperti ikan dan ayam daripada daging merah karena mengandung lebih banyak lemak. Protein bekerja membantu membakar lemak karena dia memberi asupan energi untuk otot. 

3. Perhatikan Konsumsi Karbohidrat

Sumber foto : Unsplash.com

Jika kamu ingin mencapai kalori defisit, salah satu cara efektif adalah dengan membatasi konsumsi karbohidrat. Lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari dan rutin. Penelitian menyatakan bahwa untuk mencapai kalori defisit, diet karbohidrat lebih efektif dibanding diet rendah lemak. Tidak hanya memberi efek positif pada berat badan, diet kalori defisit juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Nah, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu agar dapat menyesuaikan dengan menu kalori defisit.

4. Olahraga

Sumber foto : Unsplash.com

Jika kamu ingin mencapai kalori defisit, salah satu cara efektif adalah dengan membatasi konsumsi karbohidrat. Lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari dan rutin. Penelitian menyatakan bahwa untuk mencapai kalori defisit, diet karbohidrat lebih efektif dibanding diet rendah lemak. Tidak hanya memberi efek positif pada berat badan, diet kalori defisit juga dapat mengurangi risiko terkena diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Nah, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter gizi terlebih dahulu agar dapat menyesuaikan dengan menu kalori defisit.

Jadi, kamu dapat membandingkan dari diet Mayo dan diet Calorie deficit, kira-kira diet apa yang paling cocok dengan kamu? Ketika ingin menjalankan program diet tertentu, maka perhatikan hal, ini: efek jangka panjang yang ditimbulkan. Bagaimanapun, hasil efektif dapat diperoleh dari usaha masing-masing individu. Ingat, tidak ada hasil yang instan! Perhatikan kesehatan, ya. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *